Sabtu, 01 Agustus 2009

Mengembalikan Jati Diri Bangsa Kita

Kembali ke bulan Ramadhan yang akan kita hadapi, mari kita manfaatkan untuk sebesar-besarnya menciptakan dan memproduksi amal-amal sholeh, dan untuk itu perlu kita persiapkan dari sekarang, dari saat ini juga, menyiapkan secara fisik, mental dan juga lingkungan. Kalau masih ada hutang puasa di tahun lalu, segera dilunasi, menjaga kesehatan agar jangan sampai sakit di bulan Ramadhan. Mari kita jadikan bulan Ramadhan yang akan datang ini sebagai tonggak untuk Mengembalikan Jati Diri bangsa sebagai seorang muslim yang kafaah.

Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia

Postingan ini tidak bermaksud menyinggung perasaan siapapun. Jadi maaf kalo ada yang kurang berkenan. Aku hanya miris melihat kejadian-kejadian seperti ini. Menurut gw dari tahun ke tahun peristiwa ini bukannya berkurang, malahan tambah meningkat kuantitasnya. Apa sebabnya? Entahlah. Tanyakan saja kepada rumput yang bergoyang.
Mengembalikan jati diri bangsa salah satunya adalah dengan menghindari perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dan tentu saja melanggar norma-norma agama kita.

Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Indonesia kaya akan keindahan alam, hutan tropis, tanah yang subur, hasil laut yang melimpah ruah, adat istiadat dan kebudayaan yang beraneka ragam. Ratusan ribu warisan kekayaan Indonesia telah ditinggalkan oleh leluhur kepada kita. Mampukah kita untuk menjaganya?

Namun, kenyataan yang kita hadapi sekarang ini tidak seperti apa yang kita harapkan sebelumnya. Produksi beras tidak sebesar dahulu. Bahkan, indonesia mulai tergantung dengan beras dari luar negeri. Impor beras lebih besar dibandingkan dengan ekspor beras kita. Selain daripada itu, negara indonesia telah sering kali diguncang oleh bencana. Tsunami, gempa, tanah longsor, banjir dan lumpur lapindo terus menerus menerjang ibu pertiwi. Akankah kita diam melihat hal ini? Akankah kita dapat Mengembalikan Jati Diri Bangsa ini?

Jumat, 31 Juli 2009

Mari Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Mengembalikan jati diri bangsa salah satunya adalah dengan menghindari perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dan tentu saja melanggar norma-norma agama kita.
Entah apa ada dibenakmu. Tapi kejadian hamil diluar nikah itu sungguh membuat kau terpukul. Kemana-mana dirimu menanggung malu. Tapi apa hendak dikata. Nasi sudah menjadi bubur ayam